Swasembada Bawang Putih Dikejar Tiga Tahun, Ini Skenario Pemerintah

Rabu, 16 September 2026 | 18:56:31 WIB
Pemerintah menargetkan swasembada bawang putih tercapai dalam tiga tahun melalui skenario bertahap.

FOKUSMEDIA.CO.ID — Pemerintah menargetkan swasembada bawang putih tercapai dalam tiga tahun melalui skenario bertahap perluasan lahan tanam dan produksi benih. Produksi bawang putih nasional pernah menyentuh 152.421 ton pada 1995, tetapi merosot menjadi hanya 39.438 ton pada 2023. Kementerian Pertanian menyiapkan sejumlah strategi dari hulu hingga hilir untuk menutup kekurangan pasokan dalam negeri.

Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Agung Sunusi mengatakan pemerintah memasukkan bawang putih sebagai komoditas strategis yang mendapat dukungan anggaran khusus dan subsidi sarana produksi, terutama pupuk. Kebijakan itu disampaikan dalam webinar "Dukungan Pupuk Bersubsidi untuk Percepatan Swasembada Bawang Putih" di Jakarta, Rabu.

Menurut Agung, pada 1995 Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih dengan produksi 152.421 ton. Angka itu terus turun hingga hanya 39.438 ton pada 2023, sehingga Indonesia bergantung pada impor.

Impor bawang putih tercatat 602.745 ton pada 2019, lalu 555.886 ton pada 2024, dan 525.640 ton pada 2025.

Potensi Lahan 1,52 Juta Hektare Jadi Modal Utama

Data Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Sumber Daya Lahan Pertanian menunjukkan potensi lahan budidaya bawang putih mencapai 1,52 juta hektare. Sebarannya di Sumatera 699.048 ha, Jawa 327.081 ha, Sulawesi 247.232 ha, Bali dan Nusa Tenggara 180.454 ha, Kalimantan 14.065 ha, serta Maluku dan Papua 55.577 ha.

Untuk tahun ini, pemerintah menetapkan luas lahan pengembangan 5.000 ha. Rinciannya, Jawa Tengah 2.240 ha, NTB 762 ha, Sumatera Utara 563 ha, Jawa Timur 358 ha, dan Jawa Barat 245 ha.

Agung menyebut sentra-sentra lama seperti Temanggung, Lombok Timur, dan Enrekang menjadi prioritas pengembangan. Ketiganya pernah menyokong swasembada bawang putih pada era 1990-an.

"Kami optimistis dengan potensi lahan yang ada untuk pengembangan bawang putih, Indonesia bisa kembali mencapai swasembada," ujar Agung.

Skenario Bertahap 2026-2029

Pemerintah menyusun peta jalan pencapaian swasembada benih dan bawang putih konsumsi. Pada 2026, luas pengembangan untuk produksi benih ditetapkan 5.000 ha dengan target 20 ribu ton benih.

Tahun berikutnya, luas tanam dinaikkan menjadi 20 ribu ha dengan produksi benih 80 ribu ton. Pada 2028, luas penanaman mencapai 80 ribu ha dengan produksi benih 120 ribu ton dan bawang konsumsi sekitar 320 ribu ton.

Puncaknya pada 2029, luas tanam ditargetkan 120 ribu ha dengan produksi benih 120 ribu ton dan bawang konsumsi 630 ribu ton.

"Dengan tantangan impor bawang putih yang tinggi, harus ada langkah untuk menurunkan impor secara bertahap. Pemerintah telah membuat skenario pencapaian swasembada benih bawang putih dan bawang putih konsumsi," kata Agung.

Hulu-Hilir dan Regulasi Harga yang Diusulkan

Di sisi hulu, pemerintah mendorong riset peningkatan produktivitas, termasuk ukuran umbi, percepatan dormansi, dan teknologi budi daya. Dari hilir, strategi ditempuh lewat promosi, akses pasar, dan kemitraan.

Agung mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan penerbitan regulasi Harga Pembelian Pemerintah untuk bawang putih konde basah sebesar Rp 12 ribu per kg dan Harga Acuan Pemerintah konde benih kering Rp 46 ribu per kg.

Kepala Pusat BRMP Hortikultura Inti Pertiwi Nashwari menambahkan penguatan sistem perbenihan dilakukan melalui perakitan varietas unggul baru yang adaptif perubahan iklim dan cocok di dataran medium. Teknologi perbenihan cepat dan massal seperti kultur jaringan juga disiapkan.

Produksi benih sumber BRMP Hortikultura tahun 2026 ditargetkan seluas 177 ha dengan hasil 593 ton. Lokasinya tersebar di Jawa Barat 106 ha, NTB 25 ha, Jawa Tengah 20 ha, Sumatera Utara 13 ha, Jambi 5 ha, Jawa Timur 5 ha, dan Sumatera Selatan 3 ha.

"Kita juga terus mencari teknologi agar ke depan bawang putih juga bisa ditanam off season. Selain itu juga melakukan pemurnian untuk meningkatkan kelas benih," kata Inti.

Tantangan Daya Saing dan Peran Pupuk Subsidi

Agung mengakui sejumlah tantangan masih membayangi target swasembada. Mulai dari daya saing dari aspek ukuran dan harga, peningkatan konsumsi bawang putih lokal, hingga kapasitas sumber daya manusia petani.

Vice President Pengelolaan Pelanggan Pupuk Indonesia Robin Radhian Lee menilai pemupukan menyumbang 25 persen terhadap peningkatan produktivitas bawang putih. Karena itu, optimalisasi pupuk subsidi dinilai kunci.

"Kami mendukung pemerintah untuk mencapai swasembada. Kami siap berkolaborasi untuk meningkatkan pencapaian bawang putih," ujar Robin.

Pemerintah menyiapkan SOP budi daya bawang putih untuk mendorong produktivitas hingga 20 ton per ha melalui teknologi Produksi Lipat Ganda. Capaian itu menjadi syarat mutlak jika target swasembada 2029 ingin terwujud.

Tags

Terkini